Sayangi Bumi, PGN Terus Perluas Jaringan Gas

Juli 10, 2016 by

PT Perusahaan Gas Negara (Persero), Tbk, disebut juga PGN merupakan perusahaan BUMN yang didirikan untuk mendistribusikan gas dan mentransmisikan gas dari daerah-daerah penghasil gas bumi di Indonesia. Salah satu tugasnya adalah mengembangkan energi bersih agar bisa dinikmati seluruh rakyat Indonesia.

 

Untuk mempercepat mewujudkan konversi penggunaan BBM menjadi gas bumi sebagai energi baik yang lebih ramah lingkungan, PGN berupaya memperluas jangkauan layanan sehingga masyarakat dapat menikmati bahan bakar gas bumi. Salah satu upaya PGN lainnya untuk mendorong hal ini adalah rencana untuk mengkonversi sumber-sumber daya kaya gas di Indonesia menjadi energi yang mendorong pertumbuhan ekonomi: energi untuk kehidupan, bukan sekedar pertumbuhan setinggi-tingginya yang berpotensi merusak lingkungan.

Karenanya, PGN terus menjalin kerjasama dengan berbagai pihak agar pemanfaatan gas bumi bisa dilakukan lebih maksimal. Salah satu yang dilakukan adalah dengan membangun stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) pertamanya di wilayah Jabodetabek di kawasan Pondok Ungu, Bekasi, pada akhir tahun 2013. Selain itu, PGN juga menandatangani kesepakatan kerjasama dengan Perum Damri dalam hal penyediaan dan pemanfaatan gas bumi untuk bahan bakar bus dan truk milik BUMN transportasi itu. Tak ketinggalan, PGN menjalin kerjasama dengan PT Zebra Energy untuk menyediakan gas bumi yang akan dikompres menjadi CNG. PGN juga bekerjasama pemerintah daerah, dalam hal ini Pemkab Sukabumi untuk mengembangkan infrastruktur dan memenuhi kebutuhan gas untuk transportasi dan industri di wilayah tersebut.

Sumber: Blog Arbib 

Iklan

Green Campaign PGN Menggelegar

Juli 10, 2016 by

PT PGN semakin mengokohkan dirinya sebagai perusahaan yang bergerak di bidang energi ramah lingkungan. Selain dengan aktivitas mengembangkan jaringan gas bersih,  PGN juga aktif mempromosikan lingkungan hidup yang sehat. Salah satunya dengan gerakan green campaign yang cukup fenomenal adalah yang digulirkan oleh PT Perusahaan Gas Negara (Persero) TBK beberapa waktu dengan tajuk Green Campaign di area Parkir Timur Senayan, Jakarta.

Kegiatan ini adalah wujud kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memperingati hari lingkungan hidup sedunia.
Selain usaha di atas, PGN juga memberikan dukungan melalui penanaman pohon diberbagai wilayah operasi perusahaan. Seperti penanaman bibit Mangrove di Jakarta Utara sejumlah 11.374 bibit, dan 5.000 bibit di Pasuruan, serta upaya penghijauan di sekitar kampus IPB dan wilayah lainnya. Sehingga total realisasi pohon yang telah ditanam sampai dengan 2011 mencapai 1.997.155 pohon dengan total biaya realisasi program bina lingkungan untuk pelestarian alam sampai dengan Maret 2012 lebih dari 11 miliar pohon.

Langkah taktis PGN untuk ambil bagian dalam pelestarian lingkungan hidup melalui green campaign membuktikan bahwa perusahaan ini sangat peduli terhadap masa depan lingkungan hidup. Artinya kampanye ini patut diapresiasi karena dapat mendorong hadirnya banyak ekowisata baru seperti wisata alam Hutan Pinus Imogiri yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sumber: Blog Bulak Sumur Empat 

Terus Kembangkan Energi Ramah Lingkungan, PT PGN Garap Pipa Gas ke Medan

Januari 5, 2016 by

PT PGN terus berupaya keras mengembangkan sumber energi alternatif yang lebih ramah ketimbang BBM dan Batu Bara. Salah satunya adalah pemipaan gas ke Medan dan sekitarnya. Dengan project ini, gas alam akan disalurkan dari Sumatera Selatan ke Duri, Riau – Medan, Sumut dan membutuhkan pembangunan pipa sepanjang 395 kilometer.
“Dewasa ini yang akan mulai dikerjakan masih Duri, Bengkalis ke Kota Dumai, Riau sepanjang 130 kilometer, sedangkan Duri -Medan sepanjang 305 kilometer baru akan dilakukan setelah pembebasan lahan selesai,”kata Direktur Teknologi dan Pengembanagn PGN, Djoko Saputro di Medan, Rabu.

Reputasi PT PGN sebagai pengembang energi alternatif yang lebih baik dari BBM dan batubara sudah tidak diragukan lagi. Saat ini sudah 6.110 kilometer pipa yang dibangun di seluruh Indonesia, memberi harapan pembebasan bagi Indonesia dari ketergantungan atas BBM yang berlarut-larut selama puluhan tahun.

Sumber: http://www.antaranews.com/berita/476836/pgn-bangun-jaringan-pipa-gas-duri-medan

Tulisan ini untuk disumbangkan di si-nergi

Kartika Djoemadi Jadi Komisaris? Ya Apa Salahnya…

Desember 15, 2015 by

Polemik pengangkatan koordinator dan pendiri relawan Jasmev, Kartika Djoemadi, terus berlanjut. Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan PT Bursa Efek Indonesia Hamdi Hassyarbaini mengemukakan, penunjukan Kartika Djoemadi sebagai komisaris independen PT Danareksa sebenarnya tidak menjadi persoalan.

“Itu bisa siapa saja jadi komisaris. Darimana saja, tidak jadi soal,” ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia pada tanggal 11 Desember 2015.

Menurutnya, penunjukan pendiri Jasmev dan pendukung Jokowi ketika mengikuti pemilihan gubernur DKI Jakarta 2012 dan Presiden RI 2014 silam ini bukan suatu pelanggaran. Hamdi menjelaskan, pemilihan Kartika Djoemadi itu pasti sudah terlebih dahulu disampaikan kepada pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku regulator dan mendapatkan persetujuan dari pemegang saham mayoritas.

“Harus tetap diajukan ke OJK. Tergantung OJK dan di Kementerian BUMN sebagai pemegang saham, hak sepenuhnya ada di pemegang saham,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, serangkaian proses seleksi juga pasti sudah dilewati wanita yang ahli di bidang media sosial tersebut. “Terserah BUMN yang melakukan fit and proper test,” tutupnya.

Kartika Djoemadi Diangkat Jadi Komisaris Danareksa

Desember 10, 2015 by

Tanpa angin dan hujan, tiba-tiba tersiar kabar Kartika Djoemadi telah diangkat menjadi komisaris di salah satu BUMN keuangan, PT Danareksa. Kartika Djoemadi resmi menduduki kursi komisaris independen PT Danareksa (Persero) mulai 27 Oktober 2015.

“Ibu Dyah Kartika Rini Djoemadi diangkat sebagai komisaris PT Danareksa (Persero) tanggal 27 Oktober 2015,” ujar Corporate Secretary Danareksa Fattah Hidayat. Kartika Djoemadi resmi menjadi komisaris perusahaan pelat merah tersebut sesuai SK Nomor SK-204/MBU/10/2015 tanggal 27 Oktober 2015.

Berdasarkan informasi,  Kartika Djoemadi pernah menjadi relawan Joko Widodo (Jokowi) ketika pemilihan gubernur DKI Jakarta silam melalui Jasmev. Ia kemudian kembali mendukung Jokowi di Pemilihan Persiden 2014.

Kartika Djoemadi: Jasmev tidak Berminat jadi Parpol

Desember 10, 2015 by

Kartika Djoemadi, Pendiri dan Koordinator Jokowi-Ahok Social Media Volunteers (Jasmev) Kartika Djoemadi, menyatakan tak berminat mengarahkan Jasmev menjadi Partai Politik. Sebab, relawan Jasmev banyak yang anggotanya terdiri dari pelajar dan mahasiswa. Ia justru menyatakan bahwa Jasmev untuk sementara waktu akan non aktif terlebih dahulu. Meski dulu juga sempat dihentikan usai Pilgub DKI Jakarta, lanjut Kartika Djoemadi, Tetapi Jasmev kemudian dihidupkan lagi menjelang pemilihan Presiden tahun 2014.

Perjuangan Jasmev berawal dari Pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2012. Berangkat dari serangan negatif yang ada di media sosial kepada pasangan yang diusung oleh PDI Perjuangan dan Partai Gerindra itu, maka Kartika Djoemadi tergerak untuk membantu melawan serangan negatif kepada Jokowi dan Ahok. Menariknya, kala itu justru anggota terbanyak berasal dari Partai Gerindra dengan total anggota mencapai lebih dari 10.000 orang.

Namun kekuatannya sempat berkurang karena setelah Pilgub DKI Jakarta usai mereka non aktif. “Saat Pemilihan Presiden, anggota Jasmev berkurang, menjadi sekitar 500 orang,” kata Kartika Djoemadi, dalam acara bedah buku ‘Jokowi People Power’, di Balai Sarwono, Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (7/1), oleh karena itu menjelang pilpres, Jasmev kembali dihidupkan, hingga memiliki kekuataan 25 koordinator didalam negeri dan 6 diluar negeri.

“Akhirnya saat Jokowi dilantik, anggota Jasmev mencapai lebih dari 30.000 orang. Jasmev sudah kita nonaktifkan tetapi kami tetap mendukung Jokowi,” tegas Kartika.

Kliping ini bisa dibaca lebih lengkap di: http://www.pemilu.com/berita/2015/01/jasmev-tak-minat-jadi-parpol/